” Start N Finish “

February 14, 2010

Letak Perbedaan B2B dan B2C

Filed under: Uncategorized
Perlu diketahui, bahwa terdapat tahap-tahap dan peranan yang mempengaruhi sebuah keputusan pembelian. Hal ini berlaku baik dalam marketing untuk B2B ataupun B2C. Peranan-peranan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Adanya inisiator pembelian. Sang inisiator adalah sang pencetus dari adanya kebutuhan pembelian.
  2. Pelajari siapa gate keeper, yaitu bagian yang berperan untuk menentukan apakah pembelian tersebut layak dilaksanakan. Biasanya dalam perusahaan, bagian ini adalah purchasing department.
  3. Pastikan bahwa influencer pembelian merekomendasikan Anda dan perusahaan Anda.
  4. Lakukan proses penjualan yang baik dengan buyer. Pastikan bahwa kita sudah menjelaskan termin-termin pembayaran yang kita inginkan kepada buyer. Perlu diingat bahwa buyer belum tentu pihak yang paling menentukan dalam pengambilan keputusan pembelian. Biasanya dalam B2B marketing, yang berperan sebagai buyer justru kasir (juru bayar).
  5. Kemudian pastikan bahwa Anda memberikan layanan sebaik mungkin kepada user produk Anda.
  6. Yang paling penting, kenali siapa yang berperan sebagai decision maker dalam pembelian, dan pelajari dengan seksama seperti apa prosesnya.
  7. Terakhir, cermati bagaimana proses disposer. Proses ini adalah proses pembelian kembali, setelah user menggunakan produk kita. Apakah user puas atau ada complain? apakah kita akan menerima repeat order? apakah kita akan kembali masuk dalam list tender mereka.

Penting untuk diketahui, bahwa dalam B2B marketing, peranan-peranan di atas dapat dipegang oleh key person yang sama, dan dapat juga dipegang oleh key person yang berbeda. Sebagai contoh,  baik inisiator, gate keeper maupun user dapat dipegang oleh key person yang sama. Namun dalam kasus yang lain ketiganya bisa berada pada key person yang berbeda-beda.
Marketing B2B sekilas tampak rasional, karena biasanya dalam sebuah penawaran, user akan meminta spesifikasi produk dan harga  yang terbaik yang kita tawarkan, untuk kemudian dibandingkan dengan penawaran dari kompetitor. Namun sebenarnya ada faktor emosional yang juga bermain seperti kedekatan hubungan kita dengan prospek atau klien kita. Kemampuan kita untuk membaca situasi dan memberikan kesan positif mutlak sangat diperlukan untuk meraih kepercayaan pelanggan pada B2B.
 
                                                      Sumber: "http://economy.okezone.com"

Sedikit Tentang B2B, B2C, B2E dan C2C

Filed under: Uncategorized


1.        Business-To- Business (B2B)

Business-to-business (B2B) menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara produsen dan grosir, atau antara grosir dan pengecer.

Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utama untuk ini adalah bahwa dalam rantai pasokan yang khas akan ada banyak transaksi yang melibatkan B2B subkomponen atau bahan baku, dan hanya satu transaksi B2C, khususnya penjualan produk jadi ke konsumen akhir. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir, kendaraan yang sudah selesai dijual ke konsumen, adalah satu (B2C) transaksi.

2.        Business-To-Consumer (B2C)

Business-to-Customer merupakan kegiatan yang menggambarkan bisnis melayani antara konsumen akhir dengan produk / jasa. Contoh: Transaksi B2C seseorang akan membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu yang tersedia untuk pembelian, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll.

 

3.        Consumer-To-Consumer (C2C)

Merupakan kegiatan yang melibatkan perdagangan elektronik-difasilitasi elektronik transaksi antara konsumen melalui beberapa pihak ketiga. Sebuah contoh umum adalah lelang online, di mana konsumen posting item Dijual konsumen lain menawar untuk membeli. Situs hanya perantara, hanya ada untuk mencocokkan konsumen. Mereka tidak perlu memeriksa kualitas dari produk yang ditawarkan.

4.        Business-To-Employee (B2E)

Merupakan electronic commerce yang menggunakan jaringan intrabusiness yang memungkinkan perusahaan untuk menyediakan produk / jasa kepada karyawan mereka. Biasanya, perusahaan menggunakan jaringan untuk mengotomatisasi B2E karyawan perusahaan yang terkait dengan proses.

                                       

                                                Sumber:"http://id.wikipedia.org/wiki/"


Sedikit Tentang Sistem Pakar dan Kecerdasan Buatan

Filed under: Uncategorized

Sistem Pakar

Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mamupu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.

Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan adalah kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), jaringan syaraf tiruan dan robotika.

 

                                    Sumber:"http://id.wikipedia.org/wiki/"

 

Data dan Informasi

Filed under: Uncategorized

Data

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Informasi

Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.

Namun demikian istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, komunikasi, kebenaran, dan rangsangan mental.

 

Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

 

                                                                           Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki

February 13, 2010

Mengolah Data Menjadi Informasi

Filed under: Uncategorized
Di dalam olah data baik secara manual maupun dengan komputerisasi terdiri dari tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Dan tiga tahapan dasar tersebut dapat dikembangkan menjadi :
a. Orginating-Recording (Pencatatan)
Tahapan ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar atau formulir. 
b. Classifiying (Klasifikasi)
Tahapan ini memberikan identitas atau pengklasifikasian dalam data yang akan diolah, apakah identifikasi tersebut dilakukan untuk satu kelompok atau beberapa kelompok dari data yang nantinya merupakan karakteristik dari data yang bersangkutan
c. Sorting (Penyusunan)
Setelah data–data yang akan diolah diberikan identifikasi seperti diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun sedemikian rupa, contohnya urutkan menurut kode klasifikasinya
d. Calculating (Perhitungan)
Disini data dimanipulasi seperti pelaksanaan perhitungan– perhitungan atau disebut Calculating
e. Summarizing (Penyusunan Laporan)
Untuk memungkinkan dilakukan analisa terhadap data atau informasi yang dihasilkan, diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan keinginan pemakai informasi
f. Storing (Penyimpanan)
Storing atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis ke dalam file untuk referensi dimasa yang akan datang perlu dilakukan. Dan media penyimpanan ada beberapa macam, disesuaikan dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan data, seperti disk, kartu, dokumen.
 
g. Retrieving (Pencarian)
Di dalam file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan cara penyimpanannya, terutama jika pengolahan datanya menggunakan komputer
h. Communicating (Komunikasi )
Dalam proses olah data menjadi informasi, sampai informasi tersebut dipakai oleh user. Diperlukan suatu komunikasi sehinnga mempermudah proses pengolahan data menjadi informasi.
 
 
                                        Sumber:http://budi73.blogspot.com
                                                          

October 2, 2009

” Harapah Setelah Lulus Kuliah “

Filed under: Uncategorized


Banyak orang berharap setelah lulus kuliah nanti mereka bisa melanjutkan study mereka ke jenjang yang lebih tinggi ya S2 misalnya atau mungkin ada sebagian orang yang berharap setelah lulus kuliah nanti mereka bisa bekerja pada sebuah perusahaan terkemuka di Ibu Kota.

            Seperti halnya kebanyakan orang, saya pun berharap agar nanti kelak bisa seperti itu. Tapi ada sedikit perbedaan pada harapan saya ini, saya berharap setelah lulus kuliah nanti saya bisa membangun atau menciptakan lapangan pekerjaan, baik itu di bidang teknologi ataupun di bidang lainnya. Walaupun harapan itu tidak bisa tercapai, ya minimal setelah lulus kuliah saya bisa berguna bagi agama, Negara dan Bangsa. Tapi yang paling utama bisa berguna bagi kedua orang tua tentunya. Tapi kembali lagi, semua itu cuman harapan, entah bisa tercapai atau tidaknya tergantung bagaimana cara kita untuk meraih dan menggapai harapan itu.